Rabu, 14 September 2022

LEMBAGA SOSIAL

A. Pengertian
Lembaga sosial memiliki dua makna : pranata dan asosiasi.
Pranata : sistem norma yang mengatur masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Asosiasi : pelaksana dari pranata.
Contoh : aturan tentang perkawinan (pranata), dilaksanakan oleh KUA (asosiasi). 

B. Hakikat Lembaga Sosial
  1. Setiap lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
  2. Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
  3. Dalam lembaga sosial ada pola-pola perilaku permanen menjadi bagian tradisi kebudayaan yang ada dan ini disadari anggotanya.
  4. Ada saling ketergantungan antarlembaga sosial di masyarakat,
    perubahan lembaga sosial satu berakibat pada perubahan lembaga sosial
    yang lain.
  5. Meskipun antarlembaga sosial saling bergantung, masing-masing
    lembaga sosial disusun dan di- organisasi secara sempurna di sekitar
    rangkaian pola, norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan.
  6. Ide-ide lembaga sosial pada umumnya diterima oleh mayoritas anggota
    masyarakat, terlepas dari turut tidaknya mereka berpartisipasi.
  7. Suatu lembaga sosial mempunyai bentuk tata krama perilaku.
  8. Setiap lembaga sosial mempunyai simbol-simbol kebudayaan tertentu.
  9. Suatu lembaga sosial mempunyai ideologi sebagai dasar atau orientasi kelompoknya.

Tujuan lembaga atau pranata sosial : memenuhi kebutuhan masyarakat.

C. Ciri-ciri Lembaga Sosial
1. Memiliki simbol/lambang tertentu.
Contoh :
-simbol lembaga pendidikan :
- simbol lembaga keluarga :
2. Memiliki tujuan tertentu.
3. Memiliki alat perlengkapan untuk mencapai tujuan.
Contoh :
- lembaga keluarga mempunyai tujuan untuk mendidik anak-anak agar cerdas, maka lembaga keluarga memerlukan adanya buku-buku ilmu pengetahuan atau komputer yang mempunyai akses internet.
- lembaga politik mempunyai tujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat, maka lembaga politik memerlukan berbagai sarana untuk menampung aspirasi rakyat apakah lewat internet (berarti perlu komputer), menerima rakyat yang langsung menyampaikan aspirasi (berarti perlu tempat atau ruangan untuk menerima rakyat), dan lain-lain.
- lembaga pendidikan membutuhkan gedung sekolah, perpustakaan, sarana ibadah, sarana olah raga, laboratorium, kurikulum, tata tertib, dan lain-lain.
4. Memiliki tradisi (aturan) tertulis dan tidak tertulis.

D. Fungsi Lembaga Sosial
  1. Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana mereka
    harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah
    yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang
    menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan.
  2. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
  3. Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
    pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap
    anggota-anggotanya.
E. Fungsi Manifes dan FungsiLaten Lembaga Sosial
Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial adalah:
  1. Fungsi Manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan di akui oleh seluruh masyarakat
  2. Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial
    yang tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika di ikuti
    dianggap sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan.

Lembaga-lembaga Pokok dalam Masyarakat dan Fungsinya






F. Tipe-tipe Lembaga Sosial

a. Berdasarkan sudut perkembangan 
1. Cresive institution yaitu institusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: lembaga perkawinan, hak milik dan agama
2. Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang dan lembaga pendidikan

b. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat 
1. Basic institution yaitu institusi sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
2. Subsidiary institution yaitu institusi sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat seperti rekreasi.

c. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat 

1. Approved dan sanctioned institution yaitu institusi sosial yang diterima oleh masyarakat, misalnya sekolah atau perusahaan dagang.
2. Unsanctioned institution yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh: sindikat kejahatan, pelacuran, dan perjudian.

d. Berdasarkan sudut penyebarannya 

1. General institution yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh: institusi agama
2. Restricted institution yaitu institusi sosial yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contoh: lembaga agama IslamKristen ProtestanHindu, dan Budha.

e. Berdasarkan sudut fungsinya 

1. Operative institution yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh: institusi ekonomi.
2. Regulative institution yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan dalam masyarakat. Contoh: institusi hukum dan politik seperti pengadilan dan kejaksaan.